Jual Cincin Emas Putih

Cincin Lamaran Sebagai Simbol Komunikasi Adat

Jual Cincin Emas Putih
Bluenile.com

Komunikasi nonverbal merupakan bentuk penyampaian pesan terhadap orang lain, yang tidak disampaikan melalui ucapan melainkan melalui ekspresi, penampilan, gestur tubuh dan sebagainya. Termasuk simbol-simbol yang diciptakan dan dibuat dalam kehidupan sehari-hari adalah bentuk komunikasi nonverbal. Cincin lamaran termasuk salah satunya. Apakah Anda sedang mencari toko yang  jual cincin emas putih untuk acara lamaran Anda?

Bicara soal adat istiadat, misalnya adat Jawa, Suku ini dahulu juga banyak menggunakan penampilan sebagai komunikasi mereka. Wanita Jawa dengan rambut disanggul berarti telah menikah, wanita dengan rambut kepang dan di kesampingkan kepangannya berarti telah dipinang. Mereka yang gadis dikuncir dua. Namun, seiring perkembangan zaman dan percampuran budaya, kebiasaan ini mulai bergeser.

Contoh lain, kepala suku adat di suatu kelompok budaya pedalaman mengenakan simbol pakaian khusus seperti ikat kepala atau benda lain yang hanya boleh dikenakannya. Selain kepala suku tidak ada yang boleh menggunakan, sebagai tanda ia adalah orang yang dipercaya memimpin kelompok.

Sama halnya dalam adat lamaran, cincin yang dikenakan juga memiliki fungsi tertentu. Seperti sebagai pengikat hubungan pasangan. Juga sebagai bahasa non lisan bagi orang lain yang melihat bahwa orang yang mengenakan cincin tersebut sudah memiliki pasangan dan yang berarti kesempatan yang lain untuk mendekati sudah gugur.

Sedikit terkait sejarah lamaran

Budaya lamaran sudah berlangsung sejak lama. Pangeran Maxmillian merupakan orang pertama yang memberikan cincin lamaran berlian. Cincin ini dihiasi dengan inisial ‘M’ yang diambil dari nama sang putri yaitu Mary of Burgundi.

Konon, sejak zaman Mesir dan Yunani kuno tradisi lamaran ini sudah ada. Mereka yang memiliki status sosial tinggi akan memberikan cincin lamaran berupa emas mewah bertahtakan berlian atau batu mulia. Sedangkan kalangan bawah yang tidak dapat memberikan cincin berlian menggantinya dengan cincin emas dan besi.

Dari pemilihan bahan pembuatan cincin ini saja sudah merupakan simbol ‘pesan’ yang menggambarkan status sosial mereka dimana orang dengan tingkatan sosial tinggi akan memberikan cincin dengan harga tinggi pula. Logam-logam mulia di zaman dahulu memang memilki harga tinggi, sehingga hanya mereka orang dengan harta melimpahlah yang mampu membelinya. Nampaknya hal inipun berlaku hingga kini.

Perkembangan tradisi lamaran dalam adat Jawa pun mengalami perkembangan, dahulu tidak ada adat lamaran dengan mengharuskan membawa cincin. Mengikuti tren dan kebiasaan masa kini, melamar dengan membawa perhiasan adalah adat atau bahkan keharusan. Bagi Anda yang tak suka emas kuning, bisa memilih cincin dari emas putih. Tak perlu pusing memikirkan dimana toko yang jual cincin emas putih, sekarang telah banyak toko onlinenya.

Penggunaan cincin pada jari manis

Tangan manusia memiliki 5 jenis jari. Namun mengapa cincin lamaran dikenakan pada jari manis? Apa alasannya? Apa bedanya jika dikenakan di jari lainnya? Mungkin beberapa di antara Anda bertanya-tanya soal ini. Apakah mungkin agar hubungan pasangan yang mengenakannya juga manis?

Di jari jari manis tangan sebelah kiri terdapat pembuluh vena (vena amora) yang terhubung langsung ke jantung. Jantung sendiri merupakan organ vital dalam sruktur tubuh manusia yang peranannya sangat besar. Jika organ ini kehilangan fungsinya dan tak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dan tubuh akan kekurangan oksigen (mati).

Sebegitu pentingnya peranan jantung dalam tubuh diibaratkan dengan ketergantungan pasangan satu sama lainnya. Hebat ya, padahal cincin lamaran sudah muncul sejak lama. Namun, pengetahuan soal struktur tubuh sudah secanggih itu.

Material pembuatan cincin lamaran

Pada umumnya material cincin lamaran berasal dari bahan-bahan berkualitas tinggi. Meskipun fungsinya sama seperti cincin lain, dikenakan di tangan. Namun, cincin lamaran mempunyai nilai yang lebih tinggi yaitu penghargaan akan pasangannya. Belum lagi soal masa pakai yang lama mengharuskan cincin yang dipilih harus nyaman dipakai dan tidak menimbulkan alergi serta indah dipandang.

Emas, platinum, palladium, emas putih, berlian, mutiara, atau batu mulia lain merupakan bahan-bahan yang sering digunakan dalam pembuatan cincin tunangan. Pemilihannya tentu bukan sembarangan ya. Selain cantik, bahan-bahan di atas bernilai tinggi, awet, dan tak mengalami korosi.

Bagaimana dengan lamaran Anda bersama pasangan nanti? Cincin seperti apa yang akan Anda persembahkan? Dari bahan apa? Dengan model yang bagaimana? Tentukan pengikat kalian dengan cincin teristimewa. Pilihlah cincin pilihan Anda di Kotagede Jewellery. Di sana juga jual cincin emas putih. Sedia banyak pilihan, banyak keuntungan, dan tentunya tak akan menguras kantong karena hasilnya tak akan mengecewakan. Testimoni dan contoh modelnya lihat langsung di IG @kotagede_jewellery, @cincinkawinbagus, @cincinkawin.emas, hubungi Whatsapp 0821 8000 9090 untuk pemesanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *